
Nagabonar (1986)
← Back to main
Translations 3
English (en-US) |
||||||
---|---|---|---|---|---|---|
Title |
— |
|
||||
Taglines |
|
|||||
Overview |
All sorts of unlikely figures come to prominence in wartime, no matter what the country. Indonesia is no exception. In this comedy, Naga Bonar, a pickpocket who has seized the opportunity of the moment to declare himself a general in the Freedom Forces during the chaos of the Japanese occupying forces’ withdrawal in 1945, as the Dutch attempted to reassert their control over the area. However, soon a mask becomes his true self, and he becomes a true soldier and patriot. |
|
||||
|
Indonesian (id-ID) |
||||||
---|---|---|---|---|---|---|
Title |
Nagabonar |
|
||||
Taglines |
|
|||||
Overview |
Naga Bonar (Deddy Mizwar) adalah seorang pencopet di Medan yang sering keluar-masuk penjara Jepang, ia bersahabat dengan seorang pemuda bernama Bujang (Afrizal Anoda). Sepulang dari penjara, Bang Pohan (Piet Pagau) mengatakan tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia yang sudah diproklamasikan di Jakarta, dan di Medan yang belum sempat dimerdekakan harus memperangi Belanda yang sudah memasuki wilayah Indonesia dengan maksud untuk berkuasa lagi. Lewat narator radio, diceritakan penolong Naga Bonar ketika sakit, Dokter Zulbi yang merupakan teman Bang Pohan diperkirakan sebagai mata-mata Belanda yang ternyata itu hanya isu. Naga Bonarpun menjadi tentara garis depan dalam perlawanan terhadap Belanda. Setelah beberapa perlawanan yang sengit, Naga Bonar dititahkan dari markas untuk mundur karena perundingan dengan Belanda mau dilaksanakan. |
|
||||
|
Malay (ms-MY) |
||||||
---|---|---|---|---|---|---|
Title |
— |
|
||||
Taglines |
|
|||||
Overview |
Nagabonar (Deddy Mizwar), adalah seorang pencopet yang mendapatkan kesempatan menyebut dirinya seorang Jenderal di pasukan kemerdekaan Indonesia di Sumatera UtaraPada awalnya Nagabonar melakukan ini hanya sekedar untuk mendapatkan kemewahan hidup sebagai seorang Jenderal, akan tetapi pada akhirnya dia menjadi tentara yang sesungguhnya, dan memimpin Indonesia dalam peperangan bersama pasukannya termasuk Kirana (Nurul Arifin), Bujang (Afrizal Anoda) dan Mak (Roldyah Matulessy)"Mari menoleh sejenak ke belakang agar kita tahu sudah sejauh mana Bangsa ini melangkah" |
|
||||
|